Minggu, 18 Desember 2011

Anak SI Diajari Ngomong!

Jika ditanya hal apa yang sering kamu lakukan, ketika kamu diam atau melamun dan ketika bersama dengan orang lain. Jawaban yang paling tepat adalah komunikasi. Lho kok bisa, kalau kita bersama dengan orang lain sudah jelas kita pasti kan melakukan komunikasi entah itu lewat mulut atau gerak tubuh. Tapi kalau kita diam kita komunikasi dengan siapa ? yang jelas jangan dengan setan dan jin. Saat kita diam dan melamun sebenarnya kita sedan berkomunikasi dengan diri sendiri, saat kita diam terkadang kita berbicara dalam hati atau berbicara dengan diri kita sendiri. jadi pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari komunikasi kata mas Dista Nugraha, seorang Head of Production Colors Radio.
Jum’at pagi jam 9 ,tanggal 16 Desember 2011 diadakan kuliah tamu Ketrampilan Interpersonal. Kali ini mahasiswa SI kelas A dan B diajari ngomong(komunikasi). Pembicaranya adalah Mas Dista Nugraha, seorang Head of Production Colors Radio dan Mbak Ulin.
Mas Dista menyatakan bahwa sebenarnya komunikasi itu selalu kita lakukan, dan itu adalah hal biasa bagi kita. Maka dari itu ia mengatakan Communication is Everything. Mas dista juga menjelaskan sedikit tentang faktor-faktor komunikasi seperti orangnya media komunikasinya pesannya, dll. Setelah mas Dista menjlaskan sampai bagian tengah slide ganti mbak Ulin yang menjelaskan kepada para mahasiswa. Mbak ulin menjelaskan tentang seni komunikasi. Komunikasi itu perlu sebuah seni, perlu teknik agar orang mengerti apa yang kita komunikasikan. Komunikasi tidak hanya bergantung pada kata-kata saja tetapi juga intonasi suara dan gerak tubuh kita. Dan hal itu ada seninya.
Selanjutnya mbak Ulin menjelaskan tentang public speaking. Untuk apa menjadi public speaker? Apa yang sebenarnya di inginkan seorang public speaker? Inti dari komunikasi adalah untuk menyalurkan atau memberitahukan ide kita kepada orang lain. Kita menjadi public speaker agar kita bisa menyalurkan atau memberitahu ide kita kepada orang banyak. Yang menjadi keinginan setiap public speaker adalah perhatian (center of attention). Sebagus apapun ide kita bila kita tidak bisa mengkomunikasikannya dan tidak bisa mendapatkan perhatian dari audience maka hal tersebut akan sia-sia. Maka dari itu menurut mbak Ulin seorang publik speaker memiliki trik-trik tersendiri dalam menarik perhatian peserta. Salah satu yang dicontohkan mbak Ulin adalah mencari peserta yang tidak perhatian dan menyuruhnya melakukan public speaking.
Mbak Ulin menjelaskan ada tiga hal menurut tantowi yahya  yang perlu diperhatikan dalam public speaking yaitu vokal, verbal, visualisasi. Selain itu ada juga hal lain yang juga perlu diperhatikan. Yang pertama, Berbicaralah secara natural, mbak ulin menjelaskan berbicara natural itu maksudnya berbicara seperti cara kita berbicara. Kita tidak membuat-buat suara kita enjadi lebih tinggi atau lebih rendah, kita berbicara seperti biasanya. Yang kedua, berbicara seadanya jangan terlalu berlebihan. Maksudnya ketika kita berbicara jangan membicarakan sesuatu itu secara berlebihan (lebay).
Untuk mengakhiri acara pemateri meminta perwakilan peserta untuk maju dan melakukan public speaking. Ada empat orang yang maju yaitu, Dina, Rosa, Firman, dan Haidar. Ketiga peserta membicarakan materi yang sama yaitu office look , sedangkan haidar membicarakan tentang bandung. Karena waktu yang tidak mencukupi maka tidak semua materi bisa dipraktekkan langsung di tempat seperti latihan pernapasan dan lion face.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar